|
|
6 September 2010 02:17 WIB |
|
| Belum ada data untuk kurs pajak hari ini. | |
|
|
|
|
|
|
| FREQUENTLY ASKED QUESTIONS |
|
Cetak halaman ini
Kirim artikel ke teman

| Keberatan Atas Pengenaan Pajak Bumi Dan Bangunan | |
| Apakah alasan Wajib Pajak mengajuan keberatan ?
| 1. |
Pajak yang terutang pada Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) atau Surat Ketetapan Pajak (SKP) yang diterbitkan tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya, karena kesalahan :
- Luas Objek Pajak bumi dan/atau bangunan;
- Klasifikasi Objek Pajak bumi dan/atau bangunan;
- Penetapan/pengenaan.
|
| 2. |
Terdapat perbedaan penafsiran peraturan perundang-undangan tentang PBB antara Wajib Pajak (WP) dan Fiskus. |
| 3. |
Kesalahan Penetapan Subyek Pajak sebagai WP oleh Direktorat Jenderal Pajak. | |  |
| Bagaimanakah tata cara pengajuan keberatan ?
| 1. |
Membuat permohonan secara tertulis dalam bahasa Indonesia kepada Kepala Kantor Pelayanan PBB. |
| 2. |
Disampaikan dalam batas waktu 3 (tiga) bulan sejak diterimanya SPPT atau SKP. |
| 3. |
Memuat alasan yang jelas. |
| 4. |
Melampirkan foto kopi sebagai berikut :
- Bukti pemilikan hak atas tanah/sertifikat; dan/atau
- Bukti Surat Ukur/Rincik; dan/atau
- Akta Jual Beli; dan/atau
- SPPT/SKP; dan/atau
- Izin Mendirikan Bangunan (IMB); dan/atau
- Bukti resmi lainnya.
| |  |
|
|