| 1. |
Mengajukan permohonan secara tertulis
dalam bahasa Indonesia yang jelas kepada Direktur Jenderal Pajak c.q. Kepala
Kantor Pelayanan PBB yang menerbitkan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang
(SPPT)/Surat Ketetapan Pajak (SKP)/Surat Tagihan Pajak (STP). |
| 2. |
Surat permohonan disampaikan langsung
atau dikirim melalui pos tercatat. |
| 3. |
Surat permohonan dilampiri dengan
dokumen yang berkaitan dengan Objek Pajak yang dimohonkan berupa:
| a. |
fotokopi SPPT/SKP/STP dan Surat
Keputusan tentang Keberatan/Banding dan/atau Surat Keputusan tentang pemberian
pengurangan; |
| b. |
Asli Surat Tanda Terima Setoran (STTS)
PBB. |
|
| 4. |
Meminta tanda bukti penerimaan surat
permohonan (yang sudah lengkap) dari pejabat Kantor Pelayanan PBB yang ditunjuk.
|