|
|
6 September 2010 02:23 WIB |
|
| Belum ada data untuk kurs pajak hari ini. | |
|
|
|
|
|
|
| FREQUENTLY ASKED QUESTIONS |
|
Cetak halaman ini
Kirim artikel ke teman

| Kewajiban Yang Perlu Anda Ketahui Setelah Memperoleh NPWP / NPPKP | |
| Kapan batas waktu penyetoran PPh Pasal 22 bagi para pemungutnya ?
Pemungut PPh Pasal 22 wajib menyetorkan PPh Pasal 22 yang dipungutnya ke Kantor Pos dan Giro atau bank-bank persepsi sebagai berikut :
| 1. |
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai: dalam jangka waktu sehari setelah pemungutan pajak. |
| 2. |
Direktorat Jenderal Anggaran, Bendaharawan Pemerintah (Pusat/Daerah), BUMNdan BUMD: pada hari yang sama dengan pelaksanaan pembayaran atas penyerahan barang yang dibiayai dari anggaran belanja negara/ belanja daerah. |
| 3. |
Badan usaha yang bergerak di bidang industri semen, rokok, kertas, baja dan otomotif yang ditunjuk oleh Kepala Kantor Pelayanan Pajak: selambat-lambatnya tanggal lima belas bulan takwim berikutnya setelah Masa Pajak berakhir atas penjualan hasil produksinya di dalam negeri. |
| 4. |
Atas penjualan hasil produksi oleh Pertamina dan Badan usaha selain Pertamina yang bergerak di bidang bahan bakar minyak jenis premix dan gas, dan atas penyerahan gula pasir dan tepung terigu oleh Badan Urusan Logistik (BULOG), disetor oleh penyalur dan/atau agen sebelum Surat Perintah Pengeluaran Barang ( Delivery Order ) ditebus. | |  |
| Setelah melakukan pembayaran/penyetoran, kapankah batas waktu untuk pelaporannya ?
Apabila Anda sudah membayar angsuran PPh, Anda harus
melaporkan pembayaran itu ke KPP sebagai berikut :
| 1. |
PPh Pasal 25 selambat-lambatnya tanggal
20 bulan berikutnya. |
| 2. |
PPh Pasal 21 selambat-lambatnya tanggal
20 bulan berikutnya. |
| 3. |
PPh Pasal 22 :
| a. |
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
selambat-lambatnya tujuh hari setelah batas waktu penyetoran berakhir.
|
| b. |
Direktorat Jenderal Anggaran,
Bendaharawan Pemerintah, BUMN/BUMD, selambat-lambatnya 14 hari setelah masa
pajak berakhir. |
| c. |
Badan usaha yang bergerak di bidang
industri semen, rokok, kertas, baja, dan otomotif yang ditunjuk oleh Kepala KPP
atas penjualan hasil produksinya di dalam negeri, selambat-lambatnya 20 hari
setelah masa pajak berakhir. |
| d. |
Pertamina dan badan usaha lain selain
Pertamina yang bergerak di bidang bahan bakar minyak jenis premix dan gas dan
atas penyerahan gula pasir dan tepung terigu oleh BULOG, selambat-lambatnya
tanggal 20 bulan berikutnya.
| | |  |
| Kapankah batas waktu pembayaran/penyetoran PPN/PPnBM ?
| 1. |
PPN/PPn BM yang dihitung sendiri harus disetorkan paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya setelah bulan Masa Pajak. |
| 2. |
Contoh: Masa Pajak Januari 1996, harus disetor paling lambat tanggal 15 Pebuari 1996. |
| 3. |
PPN/PPn BM yang tercantum dalam Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB), Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT) dan Surat Tagihan Pajak (STP) harus dibayar/disetor sesuai batas waktu yang tercantum dalam SKPKB, SKPKBT dan STP tersebut. |
| 4. |
Para Pemungut PPN/PPn BM :
| a. |
Bendaharawan Pemerintah, disetor paling lambat tanggal 7 bulan berikutnya; |
| b. |
Ditjen Bea dan Cukai, disetor paling lambat sehari setelah pemungutan. |
| c. |
Atas penjualan hasil produksi oleh Pertamina dan Badan usaha selain Pertamina yang bergerak di bidang bahan bakar minyak jenis premix dan gas, dan atas penyerahan gula pasir dan tepung terigu oleh Badan Urusan Logistik (BULOG), disetor oleh penyalur dan/atau agen sebelum Surat Perintah Pengeluaran Barang ( Delivery Order ) ditebus. | | |  |
|
|