|
|
6 September 2010 03:07 WIB |
|
| Belum ada data untuk kurs pajak hari ini. | |
|
|
|
|
|
|
| FREQUENTLY ASKED QUESTIONS |
|
Cetak halaman ini
Kirim artikel ke teman

| Pajak Penghasilan Pasal 26 | |
| Siapa pemotong PPh Pasal 26?
| 1. |
Badan Pemerintah; |
| 2. |
Subjek Pajak dalam negeri; |
| 3. |
Penyelenggara kegiatan; |
| 4. |
BUT; |
| 5. |
Perwakilan perusahaan luar negeri lainnya. | |  |
| Apa saja yang termasuk obyek PPh Pasal 26 dan berapa tarifnya?
| 1. |
20% (bersifat final) dari jumlah penghasilan bruto yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak Luar Negeri berupa :
| a. |
dividen; |
| b. |
bunga, termasuk premium, diskonto, dan imbalan sehubungan dengan jaminan pengembalian utang; |
| c. |
royalti, sewa, dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta; |
| d. |
imbalan sehubungan dengan jasa, pekerjaan, dan kegiatan; l |
| e. |
hadiah dan penghargaan dengan nama dan dalam bentuk apa pun; |
| f. |
pensiun dan pembayaran berkala lainnya; |
|
| 2. |
20% dari perkiraan penghasilan neto berupa :
| a. |
penghasilan dari penjualan harta di Indonesia; |
| b. |
premi asuransi dan premi reasuransi yang dibayarkan langsung maupun melalui pialang kepada perusahaan asuransi di luar negeri; |
|
| 3. |
20% dari Penghasilan Kena Pajak sesudah dikurangi pajak dari suatu BUT di Indonesia. |
| 4. |
Tarif berdasarkan Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B) antara Indonesia dengan negara domisili penerima hasil. | |  |
| Apa yang dikecualikan dari pemotongan PPh Pasal 26?
| 1. |
Khusus untuk BUT dikecualikan dari pemotongan apabila Penghasilan Kena Pajak sesudah dikurangi Pajak Penghasilan dari BUT ditanamkan kembali di Indonesia yang dapat menunjang kebijaksanaan Pemerintah dalam rangka peningkatan dan pemerataan penanaman modal dengan syarat :
| a. |
Penanaman kembali dilakukan dalam bentuk penyertaan modal pada perusahaan yang didirikan dan berkedudukan di Indonesia sebagai pendiri atau peserta pendiri, dan ; |
| b. |
Penanaman kembali dilakukan dalam tahun berjalan atau selambat-lambatnya tahun pajak berikutnya dari tahun pajak diterima atau diperoleh penghasilan tersebut ; |
| c. |
Tidak melakukan pengalihan atas penanaman kembali tersebut sekurang-kurangnya dalam waktu 2 (dua) tahun sesudah perusahaan tempat penanaman dilakukan, mulai berproduksi komersil. |
|
| 2. |
Badan-badan Internasional yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan | |  |
|
|